Dolar AS ditutup mix terhadap majors di tengah sepinya volume perdagangan menjelang liburan Natal. Dolar rebound terhadap yen, diperdagangkan diatas level 90 setelah Bank of Japan memotong suku bunga pada pekan lalu menjadi 0.1%. Data dari Jepang dirilis kemarin juga menunjukkan memburuknya kondisi ekonomi setelah sektor ekspor, terpukul oleh penguatan yen dan melambatnya ekonomi global.
Pound Inggris juga tertekan, diperdagangkan di dekat 1.4850 terhadap dolar AS, setelah pejabat bank sentral Inggris mengatakan bahwa penurunan suku bunga mungkin tidak cukup untuk mengangkat ekonomi Inggris. Pergerakan mata uang relatif kecil. Pasar masih menunggu sejumlah data ekonomi AS pada hari ini, termasuk perkiraan final GDP Q3 AS, University of Michigan consumer confidence dan new home sales.
Dolar merosot untuk hari ke-2 terhadap euro sebelum laporan ekonomi AS pada hari ini yang menunjukkan penjualan rumah baru ke level terendah 17 tahun di bulan November.
Yen menguat terhadap Won Korea Selatan dan Dolar Singapura di tengah kekhawatiran memburuknya resesi global akan melanjutkan penurunan pertumbuhan di negara tersebut. Rubel melemah ke level terendah terhadap dolar di hampir 3 tahun karena Rusia devaluasi mata uang dan anjloknya harga minyak telah memukul ekonomi.
Dolar AS merosot ke $ 1.4004 per euro di Tokyo pada hari ini dari $ 1.3944 di akhir sesi perdagangan. Dolar sempat melemah ke $ 1.4719 pada 18 Desember, level terlemah sejak 25 September. Yen berada di Y 126.36 per euro mengikuti penurunan 1.3 persen kemarin. Yen diperdagangkan di 90.24 per dolar setelah melemah 1 persen. Yen mencapai level tertinggi 13-tahun di 87.14 pada 17 Desember.
Dolar sedikit tidak berubah di $ 1.4839 terhadap pound Inggris dan di $ 1.0919 terhadap Swiss franc. Commonwealth Bank saat ini memprediksi euro dolar akan menguat ke $ 1.4200 pada 31 Maret, ketmbang prdiksi sebelumnya di $ 1.1800.
Rubel diperdagangkan di 28.3579 terhadap dolar dari 28.4763 kemarin. Sebelumnya rubel mencapai 28.5140, level terendah sejak Januari 2006, setelah pejabat bank sentral mengatakan Bank Rossii membiarkan mata uang untuk melemah untuk hari kedua dalam 3 hari perdagangan. Rubel telah melemah 17 persen sejak awal bulan Agustus.
Laporan penjualan rumah baru di AS anjlok pada laju tahunan 415,000 di bulan November, level terendah sejak januari 1991, dari 430,000 di bulan Oktober, menurut survei Bloomberg.
Laporan existing home sales melemah 1 persen dari bulan sebelumnya ke laju tahunan sebesar 4.93 juta di bulan November, dirilis malam ini jam 22.00.
Standard Chartered memprediksikan dolar akan melemah ke $ 1.50 per euro dan 75 yen di akhir bulan Maret.
Di sepanjang tahun ini, dolar telah menguat 4.2 persen terhadap euro, 34 persen terhadap pound dan 28 persen terhadap aussie karena investor membeli dolar AS untuk memindahkan aset yang bresiko dan membeyar kembali pinjaman dalam bentk dolar dari pemimjam yang tengah mengalami krisis kredit.
Yen mungkin melanjutkan penguatan 24 persen terhadap dolar, penguatan tahunan terbesar sejak 1987, karena kekhawatiran resesi AS akan meyakinkan investor untuk menghindari pembelian aset yang memiliki suku buunga yang lebih tinggi. Suku bunga Jepang saat ini 0.1%, dibandingkan Austalia 4.25% dan 5% di Selandia Baru.
Penguatan yen memberikan kontribusi kepada rekor penurunan 27 persen di ekspor Jepang bulan November dari tahun sebelumnya. Toyota Motor COrp, kemarin memprediksikan kerugian operasional pertama dalam 71 tahun karena anjloknya penjualan dan penguatan yen.
EUR/USD
Current level-1.4067
EUR/USD is in an uptrend, after bottoming at 1.2331 (Oct.28,2008). Technical indicators are rising, and trading is situated between the 50- and 200-Day SMA, currently projected at 1.3292 and 1.4721.
The pair reached our target at 1.3880 and after dipping to 1.3821 reversed, climbing steadily above 1.3930. The uptrend from 1.3821 is intact and is expected to aim at 1.4190 and 1.4345. Current support can be found at 1.4046 and crucial is 1.3982.
| Resistance | Support | ||
| intraday | intraweek | intraday | intraweek |
| 1.4190 | 1.4345 | 1.4501 | 1.4865 |
| 1.4046 | 1.3982 | 1.3821 | 1.3280 |

USD/JPY
Current level - 89.85
The pair has finalized its consolidation above 90.95 at 97.48 and the general downtrend has been renewed, targeting 79.86. Trading is situated below the 50- and 200-day SMA, currently projected at 107.61 and 105.76.
The rise from Friday's low at 88.43 has reached 90.23 and currently a downtrend emerged from that level, aiming at 89.44. More broadly speaking the pair is in the first part of the corrective pattern above 87.12, targeting 91.02.
| Resistance | Support | ||
| intraday | intraweek | intraday | intraweek |
| 90.02 | 90.23 | 91.02 | 97.48 |
| 89.18 | 87.12 | 86.31 | 79.83 |

GBP/USD
Current level- 1.4951
The pair has finalized the downtrend from 2.0153 at 1.4477 and is currently in a broad consolidation towards 1.6676. Trading is situated below the 50- and 200-day SMA, currently projected at 1.5505 and 1.8341.
Last week's sell-off reached 1.4806, failing to dip to our idealized target at 1.4761. Only above 1.5188 will be clear, that a bottom is already in place and the pair is on its way upwards, to 1.5722, en route to 1.6301.
| Resistance | Support | ||
| intraday | intraweek | intraday | intraweek |
| 1.5023 | 1.5188 | 1.5722 | 1.6301 |
| 1.4893 | 1.4761 | 1.4477 | 1.3678 |
| USA ET | |
| UK | |
| China | |
| Singapore |