Dolar menguat tajam terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat setelah Gedung Putih mengumumkan rencana dana talangan untuk General Motors dan Chrysler. 2 otomotif akan mendapatkan $ 17.4 miliar dari dana penyelamatan bank pemerintah (TARP), dimana $ 13.4 miliar akan dibayar di bulan Desember dan Januari dan masih ada $ 4 miliar akan memerlukan penyetujuan oleh Kongress sejak akan muncul dari bagian kedua TARP.
Sentimen euro juga terbebani setelah Komisi Eropa mengatakan dampak krisis finansial akan menjadi lebih nyata tahun depan. Kendati kengganan ECB, mungkin memiliki sedikit pilihan selain mengikuti AS untuk menurunkan suku bunga secara agresif. Lebih lanjut, kendati dolar mengalami rebound, ancaman intervensi bank sentral Jepang dan bukti B?OJ memangkas suku bunga menjadi 0.1% dari 0.3%, yen masih berada di kisaran Y 89.70, mendekati level terendah 13-tahun terhadap dolar.
Yen melemah terhadap euro karena bantuan pemerintah AS kepada GM dan Chrysler LLC memberikan keyakinan kepada investor untuk meningkatkan kepemilikan aset yang memiliki suku bunga yang lebih tinggi yang dibiayai mata uang yen Jepang.
Yen juga melemah terhadap dolar di tengah prospek gubernur bank sentral Jepang Masaaki Shirakawa akan mengungkapkan kekhawatiran terhadap penguatan yen mengikuti rekor penurunan ekspor di bulan November. DOlar melemah terhadap euro sebelum data pada pekan ini yang mungkin menunjukkan consumer spending, home sales dan durable goods AS yang dperkirakan merosot.
Yen melemah ke 90.03 terhadap dolar di Tokyo dari 89.31 di Sesi New York pada hari Jumat. Yen juga melemah 1.3 persen menjadi 125.80 per euro dari Y 124.22, memangkas penguatan tahun ini menjadi 30 persen. Dolar mlemah ke $ 1.3972 per euro dari $ 1.3912. Dolar melemah ke level terendah 11-pekan $ 1.4719 pada 18 Desember.
Laoran pemerintah Jepang saat ini menunjukkan ekspor merosot 26.7 persen di bulan November dari tahun sebelumnya, level penurunan terbesar sejak 1980, karena yen menguat ke level tertinggi 13-tahun terhadap dolar.
Dolar mengakhiri penguatan selama 2 hari terhadap euro sebelum laporan AS bahwa perkiraan ekonom akan menunjukkan ekonomi AS mengarah menuju resesi berkepanjangan.
Consumer spending merosot 0.7 persen di bulan November dan Durable Goods mungkin menunjukkan penurunan dua bulan berturut-turut. Commerce Department merilis kedua laporan tersebut pada 24 Desember. Kombinasi penjualan New Home Sales & Existing Home Sales mencapai level terendah sedikitnya 9 tahun, dirilis 23 Desember.
Dolar AS telah menguat 4.5 persen terhadap euro di tahun ini, 33 persen terhadap pound Inggris dan 29 persen terhadap dolar Australia karena investor membeli dolar untuk dilarikan ke aset yang lebih aman dan membayar hutang dalam mata uang dolar.
Yen berpotensi melemah terhadap dolar pada pekan ini, berkat laporan posisi net long spekulan dan hedge fund di pasar futures menunjukkan penurunan net long menjadi 41,381 kontrak pada 16 Desember dari 43,259 kontrak di pekan sebelumnya.
| USA ET | |
| UK | |
| China | |
| Singapore |