Euro dolar menguat lebih lanjut sebesar 2.6% pada hari Rabu, karena yield premium euro menarik perhatian investor. Euro dolar mencapai $ 1.4433, level tertinggi sejak akhir September, sebelum terkoreksi turun dan ditutup di $ 1.4340. Di zona euro, inflasi tahunan merosot dari 3.2% di bulan Oktober menjadi 2.1% di bulan lalu, mencerminkan penurunan di harga komoditi dan meredakan permintaan keseluruhan. Bagaimana pejabat bank sentral Eropa menjadi waspada untuk menentukan arah suku bunga, menunjukkan keengganan penurunan suku bunga di bulan Januari. Kondisi tersebut seharusnya masih memberikan keuntungan kepada euro, terutama investor melihat aset dalam bentuk dolar AS tidak begitu menarik saat ini, karena yield suku bunga jangka panjang (Treasury bond AS) mencapai rekor terendah dan suku bunga Libor mencapai 1.58% yang merupakan level terendah sejak 2004, dimana menyusutkan perbedaan suku bunga jangka panjang AS-Euro.
Ketidakpastian mengenai bailout industri otomotif AS masih menghantui potensi dolar untuk memulihkan kekuatannya di tengah kondisi ekonomi AS yang memburuk (perkiraan GDP Q4 AS -6.0% dari -0.5% di Q3). Tetapi spekulasi penurunan IFO Jerman bulan Desember merosot ke 84.0 dari 85.8 di bulan November, dimana dapat menahan laju penguatan euro dolar berkat perkiraan penurunan suku bunga ECB di bulan mendatang. Sementara pasar telah mengantisipasi lemahnya data ekonomi AS malam ini. Secara teknikal EUR-USD menunjukkan extend bullish, setelah menembus downtrend line di 1.3592, untuk menguat lebih lanjut ke target 1.3750/1.4277 (tercapai) bahkan 1.4710 (200-day MA).
| USA ET | |
| UK | |
| China | |
| Singapore |