Skip to content

Pandangan Suram Earnings & Ekonomi Masih Membayangi

NIKKEI 225

Pasar saham Jepang menguat setelah Federal Reserve memangkas suku bunga ke rekor terendah pada hari Selasa untuk mengangkat ekonomi AS, meningkatkan spekulasi bank sentral Jepang akan mengikuti jejak the Fed untuk menurunkan suku bunga.

Saham Mitsubishi Estate, menguat 10 persen di tengah spekulasi bank sentral Jepang menurunkan suku bunga di pekan ini , melongarkan akses ke pinjaman. Tokio Marine Holdings, melonjak 7.1 persen. Honda Motor, melemah 4.2 persen setelah yen mencapai level terendah 13-tahun dan menghadapi prediksi penurunan keuntungan sebesar 62 persen.

Indeks saham Nikkei 225 average menguat 44.50, atau 0.5 persen menjadi 8,612.52 di penutupan pasar Tokyo hari Rabu, memutarbalikkan penurunan sebanyak 1.7 persen. Indeks saham Topix yang lebih besar menguat 9.84, atau 1.2 persen menjadi 838.46, dimana saham yang mengalami penurunan dan kenaikan seimbang. Indeks memutarbalikkan penurunan  setelah terkoreksi dari level tertinggi 13-tahun terhadap dolar AS. The Fed yang agresif menurunkan suku bunga dimana dapat diserap untuk suku bunga pinjaman korporat dan mortgage yang lebih rendah, mungkin menunjukkan signal bahwa ekonomi AS akan mencapai bottom. Investor melihat 40 persen peluang penurunan suku bunga BOJ sebesar 0.3 persen pada pekan ini, menurut kalkulasi JP Morgan Chase & Co. Laporan Menteri Keuangan memberikan signal akan melakukan intervensi yen ikut memberikan support kepada Nikkei dalam waktu dekat ini. Secara teknikal, Nikkei menunjukkan pola rounding bottom di daily, meski indikator stochastic crossing down dari overbought, pola triangle membatasi potensi kenaikan selama indeks berada di bawah 8,710 (55-day MA) untuk target 8,000/8,100.

HANG SENG 42

Lonjakan  saham Wall Street pada hari Selasa setelah Federal Reserve AS memangkas suku bunga ke rekor terendah 0.25 persen telah mendorong saham di Hong Kong ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, dipicu oleh perusahaan yang fokus ke China dan developer property lokal. Indeks unggulan Hang Seng menguat 330.31 poin, atau 2.2%, ditutup di 15,460.52 setelah diperdagangkan antara 15,179.38 dan 15,557.45. Turnover tercatat HK$ 56.41 miliar, naik dari HK$ 40.32 miliar pada hari Selasa. Analis memperkirakan Hang Seng dapat menguat ke 16,000 di akhir tahun, karena membaiknya sentimen dan investor berharap berbagai kebijakan pemerintah di seluruh dunia akan membantu mensupport pasar. Meski kenaikan indeks hang Seng lebih sedikit ketimbang kenaikan indeks DJIA 4.2% pada hari Selasa, setelah The Fed memotong suku bunga 75 bsp menjadi 0.25 persen. Analis juga masih waspada  mengenai pandangan jangka pendek untuk pasar Hong Kong, dan menyarankan investor tidak memburu saham di harga yang tinggi. Pasar mungkin akan berbalik perhatiannya kepada data ekonomi dan hasil pendapatan yang tidak menggembirakan. Bank sentral HKMA telah memangkas suku bunga 100 bsp menjadikan suku bunga Hong Kong menjadi 0.50 persen pada hari Rabu, meski HSBC dan Standard Chartered mengatakan mereka akan mempertahankan suku bunga pinjaman.  Secara teknikal Hang Seng menunjukkan formasi bullish jangka pendek, dimana stochastic crossing up, MACD berada di teritorial bullish, candle bullish hammer dan indeks berada di atas 14,455 (55-day MA) untuk target 17,270 (100-day MA) di akhir tahun.

KOSPI 200

Saham di Seoul ditutup menguat setelah mengalami perdagangan yang volatile pada hari Rabu, memangkas kenaikan 3 persen di awal perdagangan karena khawatir mengenai industri otomotif AS, meskipun saham bank menguat setelah penurunan suku bunga AS. Indeks komposit Korea menguat 0.71 persen di tutup di 1,169.75 poin tetapi sempat menyentuh 1,196.37. Analis mengatakan meskipun adanya penurunan suku bunga dari AS, pandangan ekonomi masih tetap suram. Masih terlihat program penjualan dalam jumlah besar karena indeks mendekati level resistance.Pernyataan the Fed yang akan mengambil semua alat untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan kestabilan harga, merupakan positif untuk pasar saham dala jangka pendek, meski perkiraan pembelian surat hutang jangka pendek & Jangka panjang AS oleh The Fed dapat melemahkan neraca keuangan bank sentral yang diartikan negatif untuk jangka menengah. Secara teknikal Kospi futures menunjukkan extend bullish selama ditutup diatas 149.15 (55-day MA) untk target 161.00 (high 5 Nov) karena indikator stochastic crossing up dan MACD berada di teritorial positif, potensi penurunan terbatas di support 147/149.     

 

Laporan Rupiah

  • 23/02/2009 - 12:04

    RupiahNaiknya mata uang dollar terhadap mata uang lain di pasar forex global membawa efek cukup signifikan bagi pergerakan rupiah. Naiknya nilai dollar memacu investor untuk berbelanja dollar, sehingga nilai rupiah terus tergerus. Nilai rupiah pada siang ini (23/02) mendekati angka Rp. 12.100/USD.

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi Rp12.095/12.120 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp11.960/11.975 atau turun 75 poin.

Chart Komoditi

Fokus Pekan Ini

Perlunya Aturan Baru Keuangan Global

Christine LagardePada Juni 1933 berlangsung Konfrensi Moneter dan Ekonomi Dunia di London dengan melibatkan para perwakilan dari 66 negara. Mereka bertemu untuk menghakhiri kekisruhan sektor moneter dan perang dagang sekaligus memetik pelajaran dari "Depresi Besar." Namun, setelah sidang usai, para perunding mengaku gagal.

Mata Uang

  • Dollar AS Melemah, Minyak Naik | 12/06/2009 - 08:33

    Harga minyak mentah di bursa utama dunia terus mengalami kenaikan selama tiga hari terakhir. Ini berkat melemahnya nilai tukar dolar dan proyeksi akan kuatnya permintaan minyak dari Lembaga Energi Internasional (IEA).

Rehat

Dunia tak pernah sepi dari berbagai gejolak dan krisis. Apalagi pada periode pasca liberalisasi sektor finansial yang terjadi pada 1980-an yang memunculkan hegemoni finansial. Tiga arus besar, yaitu liberalisasi finansial di tingkat global, deregulasi pada level nasional serta inovasi produk-produk finansial pada level korporasi, berujung pada tingginya instabilitas finansial. Dan karena itu, stabilitas finansial menjadi hal yang begitu penting bagi kehidupan bersama. Dia telah menjadi ”barang publik”.

Sony Ericsson baru meluncurkan ponsel pintar Xperia X1 ke Indonesia. Nama, Xperia X1 memang sudah terdengar sejak beberapa bulan lalu, karena telah diumumkan kemunculannya pada konferensi Mobile World Congress di Barcelona, Februari 2008.

JAKARTA,JUMAT- Tingginya minat dan permintaan penerbangan menuju India, maka Singapore Airlines menambah jadwal penerbangan sebanyak dua kali untuk tujuan Singapura-Delhi dan Delhi - Singapura. Jadwal tersebut sudah berlaku sejak 1 September 2008.

Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat dari pada berhasil melakukan hal-hal kecil.

Orang yang gagal melakukan hal-hal besar, sudah pasti berhasil melakukan hal-hal kecil.

Biji Tomat Redam StrokeSEBUAH penelitian yang dilakukan Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan khasiat biji tomat bagi kesehatan.

Seperti yang dikutip majalah kesehatan Prevention, Asim K Dutta-Roy, Ph D, sang peneliti, mengatakan bahwa cairan licin atau jeli berwarna kuning yang terdapat di sekitar biji tomat mengandung senyawa atau bahan campuran yang manjur untuk melawan stroke dan penyakit jantung.

World Clock

USA ET
UK
China
Singapore

Komoditi

  • Harga Emas Cenderung Melemah | 16/06/2009 - 10:50

    Harga emas di pasar internasional belakangan cenderung melemah. Pada penutupan harga emas untuk pengiriman Agustus 2009 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) Amerika Serikat (AS), Senin (15/6) waktu setempat,  harga emas berada di 927,50 dollar AS per troy ounce. Harga ini telah turun 5,39 persen dari harga 980,4 dollar AS per troy ounce pada 1 Juni lalu.

  • Dollar AS Melemah, Minyak Naik | 12/06/2009 - 08:33

    Harga minyak mentah di bursa utama dunia terus mengalami kenaikan selama tiga hari terakhir. Ini berkat melemahnya nilai tukar dolar dan proyeksi akan kuatnya permintaan minyak dari Lembaga Energi Internasional (IEA).

  • Harga Minyak Stabil di Atas USD 68 per Barel | 03/06/2009 - 15:19

    Harga minyak mentah tetap stabil di atas US$ 68 per barel, Rabu 3 Juni 2009. Harga tersebut mendekati level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Lagipula, investor melakukan langkah aman dengan berinvestasi di produk-produk komoditas, seperti minyak mentah, dengan memanfaatkan lemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat dan inflasi.

Saham

  • Kabar Baik Tak Membuat Bursa New York Euforia | 12/06/2009 - 08:32

    Semua indeks di bursa saham Wall Street, New York, tidak mengalami perubahan drastis kendati para investor disuguhi sejumlah kabar baik mengenai perkembangan ekonomi di Amerika Serikat, Kamis sore waktu setempat (Jumat dini hari WIB).

  • Industri Naik, Indeks Jepang Melonjak | 29/05/2009 - 14:19

    TopixIndeks harga saham di sejumlah bursa kawasan Asia ditutup menguat di akhir transaksi Jumat sore, 29 Mei 2009. Salah satu penyebab adalah sentimen positif pelaku bursa di Tokyo atas naiknya output sektor manufaktur di Jepang. Ini bisa menjadi pertanda terkini bahwa resesi di negara-negara industri maju mulai mereda.

  • Membaiknya Laporan Perbankan Dorong Indeks | 16/04/2009 - 07:41

    Wall StreetPara investor di bursa saham Wall Street, New York, tampaknya tak mau terus menerus dirundung kekhawatiran. Jelang akhir perdagangan Rabu sore, mereka menggelontorkan banyak dana ke sejumlah saham perusahaan produk konsumen dan keuangan.