Pound sterling mengalami penguatan yang signifikan terhadap dolar AS, setelah the Fed memotong suku bunga ke level 0.25%, yang merupakan rekor terendah dan suku bunga terendah diantara negara G7. Pound dolar ditutup menguat mendekati ke level tertinggi $ 1.5480 selama dari level terendah $ 1.5209 di sesi Eropa kemarin. Perbedaan suku bunga Inggris-AS sebesar 1.75% masih memberikan keuntungan kepada pound sterling, terutama langkah the Fed untuk membeli surat hutang jangka pendek dan jangka panjang AS merupakan mimpi buruk untuk dolar karena berpotensi memperburuk neraca keuangan the Fed. Meski laju penguatan pound dolar tidak sekuat euro dolar, berkat perkiraan BOE akan melanjutkan penurunan suku bunga yang agresif dari 2.0% di bulan Januari, untuk menghindari ekonomi mengalami resesi.
Pound melemah terhadap euro di tengah spekulasi laporan BOE Minutes di awal bulan ini akan menunjukkan pejabat bank sentral memberikan suara bulat untuk menurunkan suku bunga menjadi 2 persen untuk mengatasi resesi. BOE Minutes akan dirilishari ini jam 16.30. Komentar negatif dari BOE Minutes sepertinya akan menahan laju penguatan pound terhadap dolar. Spekulasi penurunan suku bunga BOE sebesar 75-100 bsp di bulan Januari, karena kondisi ekonomi Inggris memburk dan munculnya kekhawatiran deflasi seharusnya masih membebani penguatan pound olar lebih lanjut hingga akhir tahun ini. Secara teknikal GBP-USD menunjukkan pola extend bullish, terutama setelah menembus triple top daily di 1.5535 untuk target 1.5855 (50-day MA) bahkan 1.7015 (100-day MA) selama ditutup diatas $ 1.5060.

| USA ET | |
| UK | |
| China | |
| Singapore |