EURUSD (1.2657)
Euro dolar berada dalam tekanan pada hari Jumat setelah rilisan data ekonomi dari zona euro, meningkatkan peluang penurunan suku bunga yang agresif oleh ECB. Laporan inflasi di zona euro melambat menjadi 2.1% di bulan November, dari 3.2% di bulan sebelumnya.
Penurunan tersebut merupakan penurunan terbesar sejak 1991 dan mendorong inflasi ke level terendah dalam 1 tahun terakhir. Laporan lainnya menunjukkan tingkat pengangguran zona euro meningkat menjadi 7.7 persen di bulan Oktober, level tertinggi sejak Januari 2007. Kondisi tersebut mendorong perkiraan ECB akan memangkas sedikitnya 50 bsp pada hari Kamis, dimana meningkatnya peluang untuk penurunan yang lebih agresif sebesar 75 bsp.
Spekulasi penurunan data Retail Sales Jerman (perkiraan +0.5%), PMI Manufacturing Euro (Perkiraan tetap 36.2) dirilis hari ini, Producer Prices Euro bulan Oktober merosot 0.3% dari bulan sebelumnya, setelah mengalami penurunan 0.2% di bulan September dirilis besok, dan Retail Sales anjlok 0.4 % di bulan Oktober dari -0.2% di bulan September, dirilis hari Rabu, seharusnya memberikan peluang kepada ECB untuk menurunkan suku bunga pada hari Kamis.
Meski laju penurunan euro dolar pada hari terbatas berkat perkiraan karena kondisi di AS tidak lebih buruk, dimana ISM Manufacturing bulan November dirilis nanti malam, perkiraan 37.0 dari 38.9. memburuknya kondisi ekonomi global dapat mendorong investor AS & Jepang melakukan repatriasi dana (menarik aset mereka di pasar Eropa dan Emerging). Secara teknikal EUR-USD menunjukkan reversal untuk target 1.23, dimana candle weekly menunjukkan “long black shadow” diikuti daily stochastic overbought (dead cross).
USDJPY (95.27)
Dolar yen sedikit tidak berubah pada hari Jumat karena relatif jinaknya pasar saham. Indeks DJIA menguat 102 poin dan bursa saham Eropa tidak berubah. Perdagangan berjalan sepi karena banyak trader keluar dari pasar untuk liburan di hari Thanksgiving. Dolar diperdagangkan dalam range 95.19 hingga 95.71 sebelum ditutup di 95.56. Memburuknya laporan ekonomi Jepang pada hari Jumat, dimana job-to-applicant ratio, household spending, penjualan ritel dan inflasi anjlok di bulan Oktober. Kondisi tersebut menahan laju pergerakan dolar AS di tengah kekhawatiran ekonomi global mengalami resesi berkepanjangan.
Yen menguat terhadap dolar dan euro di tengah spekulasi sebuah resesi global akan mendorong investor domestik menurunkan pendapatan di luar negeri. Yen juga menguat terhadap pound dan dolar Australia setelah laporan yang menunjukkan anjloknya ekspor Korea Selatan, penurunan order industri dan penurunan upah di Jepang. Yen juga menguat terhadap dolar berkat spekulasi laporan manufakturing AS akan merosot pada hari ini. Laporan bank sentral Jepang akan mengadakan pertemuan darurat di pekan ini dengan mempertimbangkan range kolateral yang lebih luas dari bank pemimjam sebagai sebuah cara untuk membantu perusahaan untuk mendapatkan pendanaan. Secara teknikal USDJPY menunjukkan pola rectangle dan downchannel selama berada di bawah Y 96.65 (20-da MA) mendukung range trading Y92-98.
GBPUSD (1.5324)
Pound sterling mengalami penguatan mingguan terbesar terhadap dolar dalam 3 tahun terakhir karena reboundnya pasar saham meningkatkan keyakinan terhadap mata uang yang memiliki suku bunga yang lebih tinggi. Pound juga menguat untuk pekan ke-2 terhadap euro karena indeks saham FTSE 100 mengalami kenaikan terbesar mingguan dalam 1 bulan terakhir. Pound melemah 3.4 persen terhadap dolar dan 3.5 persen terhadap euo di bulan November di tengah spekulasi resesi di Inggris berkepanjangan, mendorong bank sentral Inggris untuk memangkas suku bunga lebih cepat ketimbang Federal Reserve dan ban sental Eropa. Pound dolar sempat menguat ke tertinggi intraday $ 1.5445 dan diutup di $ 1.5399, pada hari Jumat.
Berdasarkan data Bloomberg, pound sterling memiliki korelasi 0.72 dengan indeks World Index MSCI dalam 12 bulan terakhir. BNP Paribas mengatakan pound akan menguat 1.9% dari pekan sebelumnya menjadi 82.83 pence per euro, pound akan melemah menjadi $ 1.41 di akhir tahun. Sementara HSBC dalam laporan risetnya mengatakan pesimisme terhadap ekonomi “overdone”, mendorong surat berharga berada dalam level yang menarik. Pasar akan melihat antisipasi deflasi di tahun 2009 dan resiko kenaikan inflasi di tahun 2010/2011. Perkiraan penurunan PMI Manufacturing Inggris bulan November yang dirilis hari ini (perkiraan 39.7 dari 41.5)dapat memberikan tekanan kepada pound dolar hari ini. Secara teknikal GBP-USD menunjukkan pola flag dan candle long white shadow dan stochastic daily overbought seharusnya mendorong perkiraan penurunan ke target $ 1.47/1.50 selama tidak menembus high mingu lalu $ 1.5535.
| USA ET | |
| UK | |
| China | |
| Singapore |