Analisa ekonomi dan politik dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang.
Dolar melemah terhadap yen berkat berlanjutnya penurunan saham global pada hari Kamis. Memburuknya data ekonomi AS Leading Indicatos bulan Oktober, jobless claims dan Phily Fed Index menunjukkan resesi yang lebih dalam. Usaha penolakan untuk rencana penyelamatan industri otomotif AS meningkatkan aliran dana risk aversion. Indeks saham Nikkei anjlok 6%, indeks Eropa anjlok 3% dan DJIA anjlok 5.6%, menekan dolar 193 pips dari level tertinggi intraday Y 96.24 ke level terendah Y 94.31 sebelum ditutup di Y 95.05. Tetapi memburuknya kondisi ekonomi Jepang saat ini, di tengah resesi dan penurunan pertumbuhan ekspor lebih lanjut di bulan mendatang berkat penguatan yen dan anjloknya permintaan, diikuti kekhawatiran inter
vensi BOJ, masih membatasi potensi penurunan dolar yen lebih lanjut.
Meski yen melemah terhadap dolar dan euro pada sesi perdagangan Asia berkat reboundnya saham Asia yang meningkatkan permintaan untuk aset yang memiliki suku bunga yang lebih tinggi yang dibiayai oleh yen di Jepang.. BOJ hari ini mempertahankan suku bunga 0.30%, tidak banyak mempengaruhi pergerakan dolar yen. JP Morgan dalam laporan risetnya, memprediksikan yen akan menguat ke Y 87 per dolar dan 103 per euro di akhir tahun. Secara teknikal, USDJPY menunjukkan pola inverted H&S, MACD bearish, candle long bearish candle mendukung penurunan ke Y 94/92, kenaikan diatas Y 96.30 akan menetralkan trend bearish.
| USA ET | |
| UK | |
| Japan | |
| China |