Analisa ekonomi dan politik dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang.
Pound sterling ditutup melemah terhadap dolar AS pada hari Rabu, berkat kekhawatiran resesi global dapat mengarahkan ekonomi global menuju deflasi. Pound sterling sempat menguat ke level tertinggi 1.5249 semalam setelah laporan inflasi AS (-1.1% m/m; 3.8% y/y) dan Housing Starts (793,000) memicu kekhawatiran ekonomi AS menuju resesi berkepanjangan, diikuti laporan negatif FOMC Minutes 28-29 Oktober lalu yang menurunkan prediksi pertumbuhan AS di tahun 2009. Sebelumnya pound dolar menguat di sesi Eropa berkat spekulasi bank sentral Inggris bersiap untuk menurunkan suku bunga kembali untuk membangkitkan ekonomi. BOE Minutes 6 November lalu mendiskusikan perlunya penurunan suku bunga kurang dari 2.5 persen sebelum MPC memutuskan 9-0 menurunkan suku bunga menjadi 3.0 persen.
Trader dan investor telah mengantisipasi penurunan suku bunga BOE mengarah dibawah 2.0% di 2009, masih memberikan tekanan kepada pound dolar. Sementara di sesi Asia hari ini pound dolar terkoreksi ke $ 1.4930, berkat anjloknya pasar saham Asia yang mendorong invesor menghindari aset yang beresiko dan melikuidasi posisi carry trades, dan perkiraan investor AS akan menarik dana mereka di aset luar negeri termasuk Inggris. Secara teknikal GBP-USD menunjukkan candle shooting star (bearish reversal), stochastic & MACD negatif,seharusnya mendukung target $ 1.45/1.4 karena gagal ditutup diatas $ 1.5260 (former support).

| USA ET | |
| UK | |
| Japan | |
| China |