Analisa ekonomi dan politik dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang.
IHSG masih berpotensi menembus level terendah 3-tahun di 1,089 dalam waktu dekat ini, karena minimnya sentimen positif dalam negeri, di tengah memburuknya pandangan kondisi ekonomi global hingga tahun 2009 (AS, Eropa, Jepang) dan pandangan indeks saham regional akan mencapai level terendah baru hingga awal bulan Desember, berkat merosotnya keyakinan investor terhadap pemerintah Indonesia dan korporasi Bakrie (ketidakpastian penyelesaian hutang) yang telah meontokkan mata uang rupiah terhadap mata uang utama dunia terutama dolar (Rp 12,250/dolar hari ini).
Memberikan pukulan beruntun kepada IHSG dalam waktu dekat ini, dimana data inflasi bulan November akan meningkat dari bulan Oktober, BI tetap mempertahankan suku bunga, cadangan devisa kian menyusut (akibat intervensi & pembayaran hutang luar negeri), tiadanya blanket guarantee dan stimulus untuk meredakan kekhawatiran investor lokal maupun investor asing untuk tidak keluar dari pasar aset Indonesia (Saham, Obligasi). Imbas dari krisis finansial global menuju resesi bahkan deflasi akan memperburuk pandangan ekonomi dan pasar saham Indonesia hingga tahun 2009. Penurunan harga komoditi (harga minyak mencapai terendah $ 52/barel) ikut memberikan sentimen negatif kepada saham pertambangan dan energi lebih lanjut.
Secara teknikal indikator stochastic crossing down dari overbought, MACD negatif dan membentuk pola bearish flag dan downchannel seharusnya mendukung potensi penurunan di akhir pekan ini. Untuk menetralkan trend bearish IHSG harus ditutup diatas 1,254 (20-day MA). Target IHSG 1,050/1,089 dalam beberapa hari mendatang. Bersiap collect/buy back saham unggulan pada akhir bulan ini untuk target 20-30% gain. Perkiraan range hari ini: 1,100-1,180.
Harga minyak $ 52, emas $ 737, nikel $ 10.2K, timah $ 12K, CPO MYR 1,463, DJ Coal -8%, USDIDR Rp 12,250, DJI Futures -15 (09.30 WIB).
Lesu, EXCL Pangkas Penjualan Menara
PT Excelcomindo Pratama (EXCL) memangkas target penjualan 7.000 menara menjadi US$ 700- US$ 900 juta dari sebelumnya US$ 1,1 miliar.
Giliran BNBR Kena 'Auto Rejection'
Setelah beberapa menit tak menunjukkan tanda-tanda perdagangan, pukul 10:07 WIB, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga langsung terkena auto rejection batas bawah.
ELTY Tambah Modal di Bali Nirwana
PT Bakrieland Development (ELTY) berencana melakukan peningkatan penyertaan modal pada PT Bali Nirwana Resort (BNR).
Jangan Lepas UNTR!
Selain karena fundamentalnya yang cukup kuat, PT United Tractors (UNTR) juga memiliki prospek cerah di bidang pertambangan.
BUMI, UNSP Terkena 'Auto Rejection'
Pada pembukaan sesi I perdagangan pagi ini, dua saham Bakrie, yaitu PT Bumi Resourches Tbk (BUMI) dan PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) langsung terkena auto rejection batas bawah.
Bursa Regional Dibuka Loyo
Pada perdagangan di bursa Asia dan Pasifik Kamis (20/11) diwarnai oleh aksi lepas saham yang mengakibat harga saham berjatuhan sejak awal perdagangan.
BUMI Jaminkan Saham ke Credit Suisse
Bursa Efek Indonesia telah meminta PT Bumi Resources (BUMI) untuk merevisi dokumen buyback sahamnya senilai Rp 8,3 triliun.
BEI Minta BUMI Revisi Dokumen 'Buyback'
Bursa Efek Indonesia meminta Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk merevisi dokumen pembelian kembali (buyback) sahamnya senilai Rp 8,3 triliun agar tidak memberikan informasi yang menyesatkan investor publik.
IHSG akan Melemah di 1.135 - 1.190
Pada perdagangan Rabu (19/11) IHSG jatuh hingga mendekati trend chanel support harga 1.150 dan gagal melakukan uji resisten harga pada level 1.185.
BBKP: Korporasi kesulitan dana operasional, DPK turun 15,22% (Kontan)
Tingginya keperluan pembiayaan operasional korporasi membuat korporasi menarik dananya di BBKP akibatnya DPK pada 3Q08 turun drastis 15,22% YoY menjadi Rp 25 triliun dari Rp 29,49 triliun tahun lalu.
SGRO: Hasil Public Expose
| USA ET | |
| UK | |
| Japan | |
| China |