Analisa ekonomi dan politik dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang.
Investor akan memutarbalikkan perhatian pada pekan ini kepada data ekonomi dan kemungkinan intervensi lebih lanjut dari AS dan negara lainnya karena meningkatnya kekhawatiran kepada industri otomotif AS dan industri di negara maju lainnya.
Saham Wall Street pada pekan lalu mengalami penurunan karena memburuknya data ekonomi dan pandangan korporat yang menunjukkan bahwa terpuruknya ekonomi global saat ini telah memukul kebanyakan industri.
Indeks saham Dow Jones melemah 337 poin ditutup di 8,497 pada hari Jumat, melemah 5 persen di pekan lalu. Indeks S&P 500 melemah 38 poin ditutup di 873, dan mengalami penurunan 6.2 persen di pekan lalu.
Harapan terhadap belanja konsumen meredup setelah laporan penjualan ritel di AS anjlok 2.8 persen di bulan Oktober, pandangan yang lemah dari Best Buy dan Circuit City mengalami kebangkrutan.
Selain data Retail Sales AS, ada beberapa data yang dirilis hari Jumat. Tetapi pada hari Jumat, zona euro secara resmi menyatakan berada dalam resesi pertama sejak mata uang euro pertama kali diperkenalkan 10 tahun lalu.
Indeks saham Nasdaq melemah 79 poin ditutup di 1,516, setelah mengalami penurunan 7.9 persen di pekan lalu. Saham teknologi terpukul oleh pandangan suram dari Intel Corp, Dell Computer, Nokia dan Sun Microsystems.
Pendapatan perusahaan kuartal ketiga di indek Standard & Poors 500 saat ini diperkirakan merosot 18.4 persen dari tahun lalu, dibandingkan perkiraan penurunan 13 persen di pekan lalu.
Dan perkiraan pendapatan di kuartal empat berlanjut direvisi turun. Karena perusahaan finansial mulai melaporkan writedowns tahun lalu yang besar baru baru ini, dibandingkan kuartal saat ini yang lebih rendah, dan analis memprediksikan rata-rata pendapatan meningkat 20.6 persen. Tetapi masih merosot 24% di pekan lalu, tidak termasuk finansial, pendapatan diperkirakan merosot 4.6 persen dari tahun lalu.
Pada pekan ini, AS sepertinya akan kembali menunjukkan data ekonomi yang lebih buruk.
Pada hari Senin akan dirilis Industrial Production yang diperkirakan meningkat 0.2 persen dan Capacity Utilization bulan Oktober, dan data Manufacturing dari New York bulan November, Empire State Index.
Pada hari Selasa, dirilis data Producer Price Index (PPI) bulan Oktober diperkirakan anjlok 1.8 persen yang merupakan penurunan terbesar sejak tahun 1947, diikuti data Consumer Price Index (CPI) pada hari Rabu diperkirakan melemah 0.8 persen yang merupakan level terburuk sejak 1949, bersamaan dengan Housing Starts yang diperkirakan merosot ke 780,000, level terendah sejak tahun 1959, dan dengan FOMC minutes bulan Oktober.
Pada hari Kamis, dirilis Leading Indicator bulan Oktober yang diperkirakan melemah 0.6 persen setelah sebelumnya meningkat 0.3 persen di bulan September, diikuti data Jobless Claims yang diperkirakan meningkat lebih lanjut setelah pada pekan lalu mencatat kenaikan melampaui 500,000.
Pertemuan negara G20 di Washington pada hari Minggu, setuju untuk mengambil langkah untuk mengangkat ekonomi global dari resesi dan membuat proposal regulasi untuk mencegah kembalinya krisis kredit. G20 juga mendesak respon kebijakan yang lebih luas dengan menurunkan suku bunga lebih lanjut dan stimulus fiskal. Analis melihat potensi rapuhnya indeks saham global karena tidak jelasnya janji untuk koordinasi pajak dan penurunan suku bunga.
Analis telah mengantisipasi sedikit aksi konkret global diperkirakan pada pertemuan negara G20, meski China di akhir pekan lalu telah mengumumkan paket stimulus sebesar $ 586 miliar yang diikuti oleh Prancis dan Kanada. Brazil diperkirakan akan mengikuti jejak untuk merancang paket stimulus guna merangsang ekonomi.
Dan di AS, Kongress diyakini akan membuat paket stimulus yang komprehensif, jauh lebih fokus kepada bantuan kepada sektor otomotif. Pada pekan ini, Kongress akan mengadakan sebuah dengar pendapat mengenai support pemerintah untuk General Motors. Terutama setelah pejabat tinggi dari partai Republik menentang rencana Partai Demorat untuk membantu sektor otomotif A yang berada di ambang kebangkrutan.
Sebelumnya pada pekan lalu, secara mengejutkan investor dikecewakan oleh perubahan paket stimulus $ 700 miliar milik Treasury AS untuk membeli aset mortgage yang bermasalah, berubah untuk meredakan tekanan kepada kredit konsumen.
Asia dan Eropa
Pada hari Senin, Jepang akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga (GDP Q3) diperkirakan meningkat 0.3 persen dari -0.3 di kuartal kedua, bersamaan dengan Tertiary Index bulan September.
Pada hari yang sama Australia akan merilis RBA Board Minutes.
Pada hari Rabu, Jepang merilis All Industri Survey bulan September.
Pada hari Kamis, Jepang merilis Trade Balance bulan Oktober, export dan import, bersamaan dengan keputusan suku bunga BOJ dengan perkiraan mempertahankan suku bunga 0.30 persen.
Pada hari Senin, euro akan merilis data Foreign Trade bulan September.
Di Inggris, RPI dan CPI bulan Oktober dirilis hari Selasa.
Pada hari Kamis, Jerman akan merilis PPI bulan Oktober. Bersamaan dengan data Net Borrowing dan Net Credit, diikuti Retail Sales bulan Oktober Inggris.
Pada hari Jumat, Jerman akan merilis HICP Preliminary bulan November, diikuti PMI Composite, PMI Services, PMI Manufacturing Euro bulan November diperkirakan melemah ke 40.0 dari 41.1 di bulan sebelumnya.
| USA ET | |
| UK | |
| Japan | |
| China |