Analisa ekonomi dan politik dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang.
Rupiah melemah terhadap dolar AS pada hari Selasa, di tengah spekulasi perusahaan lokal memburu dolar AS untuk memenuhi pembayaran impor dan membayar hutang luar negeri.
Rupiah pada sesi perdagangan Asia hari ini melemah ke level terendah Rp 11,375, merupakan mata uang berpenampilan terburuk diantara 10-mata uang Asia karena investor asing menjual saham Indonesia lebih banyak ketimbang yang mereka beli dalam 5 sesi perdagangan terakhir. Rupiah telah melemah 16 persen dalam 3 bulan terakhir dan mencapai level terendah 7-tahun di 11,900 pada 28 Oktober.
Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan Bank Indonesia akan bertahan di pasar guna mencegah "penurunan tajam" di rupiah. Cadangan devisa Indonesia merosot ke $ 50.58 miliar di akhir bulan Oktober dari $ 60.56 miliar pada 25 Juli karena bank sentral menjual dolar AS untuk menahan laju pelemahan rupiah. Bank Indonesia pada 6 November memprediksikan bahwa inflasi akan melambat tidak melampaui 7.5 persen di tahun 2009, dari sedikitnya 11.5 persen di tahun ini.
Komentar Deputi Gubernur Miranda Goeltom pada hari ini mengatakan, BI membuka peluang penurunan suku bunga untuk mengangkat ekonomi karena pertumbuhan global melambat dan merosotnya inflasi. BI mempertahankan suku bunga 9.5 persen di awal bulan ini setelah 6 kali menaikkan suku bunga sejak bulan Mei, berkat lebih lemahnya data inflasi bulan Oktober.
Sementara Menteri keuangan Sri Mulyani pada 9 November, mengatakan ekonomi Indonesia mungkin meningkat sedikitnya 5 persen di tahun depan karena ekonomi global mengarah menuju resesi, dikarenakan tekanan inflasi merosot karena penurunan harga minyak.
Penurunan IHSG di sesi perdagangan siang hari ini (-9; 1,331) dan lemahnya mata uang regional (won Korea) berkat dampak penurunan rating hutang Korea Selatan dan Malaysia oleh lembaga pemeringkat international Fitch IBCA kemarin, mendorong investor menjual rupiah terhadap dolar AS. Secara teknikal USD-IDR masih berpotensi menguat ke target Rp 12,000 dalam waktu dekat, selama berada di atas 10,940 (10-day MA), indikator stochastic dan MACD daily berada dalam teritorial bullish, dalam masih berada dalam bullish channel 10,650 untuk target 13,000 di Q4 2008 dan 15,000 di Q1 2009.

| USA ET | |
| UK | |
| Japan | |
| China |